Selasa, 08 Agustus 2023

“KURIKULUM MERDEKA ITU HANYA GANTI ISTILAH” (adalah Pendapat yang keliru)

                                                                                                                                                                              Foto : 25 November 2017

 

Untuk apa sih ganti kurikulum…?

Apa gunanya ganti kurikulum?

Ngapain repot-repot ganti kurikulum?

 

Mari kita baca dan cermati artikel singkat terkait Perubahan Kurikulum Pendidikan (Kurikulum Merdeka) berikut ini. Let’s check it out…..!!!!

 

      Akhir-akhir ini banyak selisih pendapat terkait perubahan kurikulum pada dunia Pendidikan menjadi Kurikulum Merdeka. Kompetensi Inti (KI) berubah istilah menjadi menjadi Capaian Pembelajaran (CP), Kompetensi Dasar (KD) berubah istilah menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), Silabus menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Pendidikan Karakter berubah menjadi Project Profil atau lebih mudah diingat dengan sebutan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Apakah ini hanya pergantian istilah saja?, mari kita kupas lebih lanjut.

 

      Saya setuju dengan beberapa opini dari teman-teman guru dan pemerhati pendidikan untuk berpikir positif terkait perubahan kurikulum ini agar kita bisa membaca dan mengkaji lagi lebih mendalam, untuk itu mari kita membaca naskah panduan akademis dan buku mengenai Kurikulum Merdeka sehingga disini kita akan menemukan dan dapat membandingkan bahwa inti pokok dari CP, TP, ATP dan P5 sangat berbeda dengan KI, KD, Silabus dan Pendidikan Karakter. Capaian pembelajaran atau CP yang dicapai per-fase dapat memenuhi kebutuhan peserta didik sesuai dengan kebutuhannya dan tidak terlalu banyak. Kemudian kita bandingkan dengan Kompetensi Dasar (KD) yang sebelumnya memuat materi pelajaran yang begitu banyak yang dengan sendirinya guru merasa tidak nyaman jika membuat pembelajaran yang bervariasi karena khawatir tidak bisa menuntaskan materi pembelajaran sehingga yang menjadi korban adalah peserta didik itu sendiri karena siklus pembelajaran yang dilakukan sering dilakukan hanya dengan mengajar, memberi tugas dan mengejar materi pelajaran yang harus tuntas sesuai target atau sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)  yang sudah disusun dan dirancang sedemikian rupa diawal permulaan Pembelajaran.

 

  Akibat guru cenderung mengejar pembelajaran untuk menuntaskan materi ini sangat berdampak terhadap peserta didik yang ketinggalan pelajaran, dalam pengertian yang tinggal akan semakin tertinggal, bagaimana dengan integrasi antar Kompetensi Dasar/ KD?, jawabannya bisa saja dilakukan, akan tetapi hal ini tidak ada diatur secara khusus didalam kurikulum, Kembali lagi guru cenderung tidak nyaman karena harus menuntaskan pembelajaran, guru harus kejar dan terus mengejar materi yang berdampak tidak baik bagi pemahaman, pengetahuan dan keterampilan peserta didik yang berbeda.    

 

   Kita Kembali ke Capaian Pembelajaran (CP) yang dicapai per-fase dimana fase capaian pembelajarannya tidak terbatas hanya per-semester dan per-tahun, hal ini bisa saja lebih sehingga jika ada anak atau peserta didik yang ketinggalan atau belum memahami dan menguasai pelajaran difase E (kelas X) misalnya, masih bisa dibantu difase F (kelas XI atau Kelas XII) dengan materi difase yang sama dalam artian guru dan peserta didik memiliki banyak waktu untuk mencapai Pembelajaran karena dilaksanakan per-fase.

               

      Kabar baiknya lagi, bagi guru menjadi lebih Merdeka dalam merancang dan menentukan waktu untuk setiap Tujuan Pembelajaran (TP) hal ini sangat membantu peserta didik karena pembelajaran bisa dilakukan lebih detail dan mendalam. Adapun Langkah-langkah yang bisa dilakukan sebelum materi pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Membuat asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan dan kesiapan peserta didik dan memetakannya.
  2. Membuat pembelajaran diferensiasi sesuai kesiapan dan kebutuhan belajar peserta didik.
  3. Membuat asesmen formatif untuk mengetahui ketercapaian peserta didik selama proses pembelajaran.
  4. Membuat feedback/ umpan balik guna memperbaiki proses pembelajaran dan membantu peserta didik mencapai kompetensi.
  5. Membuat asesmen sumatif dengan tujuan mengukur pencapaian peserta didik sesuai Tujuan Pembelajaran (TP).

Langkah-langkah ini dibuat dan dilakukan agar pembelajaran bisa dilaksanakan dengan lebih mendalam, berkualitas dan tidak terburu-buru yang cenderung kejar tayang atau mengejar ketuntasan meteri pembelajaran.

 

Perubahan lainnya yang tidak kalah penting adalah Pendidikan Karakter diganti menjadi Project Profil dalam hal ini disebut P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang berfokus pada karakter peserta didik melalui pendekatan yang berbeda dari sebelumnya, dimana pendekatan disini mendapat jam khusus yakni 20 - 30 % yang tidak hanya dimasukkan diekstrakurikuler maupun intrakurikuler, dengan adanya jam khusus yang juga panjang sehingga bisa dicapai proses pembelajaran berbasis project. Didalam project profil terdapat dimensi dan elemen kunci P5 ini diantaranya:

a. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME), dan berakhlak mulia,

b. Berkebinekaan Global,

c. Bergotong Royong,

d. Mandiri,

e. Bernalar Kritis dan

f. Kreatif.

Kesemua dimensi dan elemen kunci ini dapat dinilai pada proses pembelajaran berbasis project sehingga penilaian Project profil atau penilaian karakter peserta didik tidak hanya sekedar formalitas saja yang mana apabila proses pembelajaran berbasis project dan kontekstual ini dilakukan dilakukan dengan fokus maka peserta didik dapat benar-benar mengenal lingkungannya dengan baik.

 link download Modul Ajar Bahasa Inggris Fase E (Descriptive Text):


link download Modul Ajar Bahasa Inggris Fase E ( Personal Recount Text) Sport Events Bab 2
link download PPT  Personal Recount Text





Kesimpulannya perubahan kurikulum ini bukan hanya sekedar pergantian istilah maupun perubahan administrasi pendidikan, melainkan adalah melakukan perubahan kecil yang berdampak sangat besar bagi kebutuhan peserta didik, juga demi memperbaiki serta menguatkan kompetensi dan karakter peserta didik. Untuk itu mari kita rubah paradigma berpikir kita agar lebih bisa memahami kebutuhan peserta didik.

Terimakasih semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, Merdeka…..!!!!

Tulisan di Blog ini merupakan Aksi Nyata berbagi pemahaman tentang Kurikulum Merdeka, bagaimana Aksi Nyata ini menurut Anda? Mohon bantuannya untuk memberikan tanggapan tentang Aksi Nyata ini di kolom komentar.

 

                                                         





7 komentar:

  1. Saya juga berfikir sebelumnya kurikulum merdeka itu sulit. Tetapi setelah membaca dan memahaminya ternyata memudah kan kita untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dari yang saya baca artikel ini nemang kurikulum merdeka tdak lah sulit. Kita bisa merancang pembelajaran yang baik sebelum memulai pembelajarab. Krena rancangan yang baik akan menghasilkan yang bai pula.

    BalasHapus
  2. Betul sekali Bapak, saya sependapat terimakasih banyak atas tanggapan dan komentarnya

    BalasHapus
  3. Sangat setuju dengan pendapat ini. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk lebih fleksibel dalam mengajar, dan itu bisa meningkatkan kualitas pembelajaran.

    BalasHapus
  4. Menarik! Saya setuju bahwa perubahan kecil dalam kurikulum bisa memiliki dampak besar, terutama dalam memenuhi kebutuhan individu peserta didik.

    BalasHapus
  5. Sangat bagus melihat langkah-langkah konkret yang diambil dalam menyambut perubahan kurikulum. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk memahami dan mendukung Kurikulum Merdeka.

    BalasHapus
  6. Setelah mempelajarinya saya jadi tahu bahwa kurikulum merdeka itu menyenangkan

    BalasHapus
  7. Terima kasih atas tulisan yang sangat informatif ini, saya sepenuhnya mendukung ide bahwa Kurikulum Merdeka bukan hanya sekadar pergantian istilah, tetapi sebuah inovasi yang akan membawa perubahan yang besar dalam dunia pendidikan. Semoga lebih banyak orang dapat membaca dan memahami pentingnya langkah ini.

    BalasHapus

             Blog Rangkuman Koneksi Antar Materi - Modul 3.1 "Pengambilan keputusan dan kaitannya dengan  Filosofi Ki Hadjar Dewantara...