Beberapa Jenis Kata Kerja “melompat/ meloncat” dalam Bahasa Gayo beserta penjelasan makna dan penggunaannya.
1.
lumpet/ nlumpet
2.
luncet/ nluncet
3.
tanyor/ nanyor
4.
ketes/ ngetes
5.
tergem/ nergem
Penjelasan :
1. lumpet/ nlumpet = biasanya digunakan
ketika melakukan gerakan melompat dari satu tempat yang datar kemudian keatas
dan jatuh atau bertumpu ketempat yang datar juga. Contoh dalam kalimat :
Bahasa Gayo : cube lumpet i ko pegerni
ikengukmu kuosah ningko sen.
Bahasa Indonesia : coba kamu lompat melewati pagar
ini kalau kamu bisa saya akan berikan uang.
2. luncet/
nluncet = hampir sama dengan dengan lumpet sedikit perbedaan luncet
sering digunakan tiba-tiba atau tanpa persiapan, dibeberapa tempat masyarakat
Gayo mengunakan kata kerja lumpet dan luncet nyaris tanpa ada
perbedaan sama sekali karena kedua kata ini merupakan sinonim dan meski
digunakan pada kondisi dan situasi yang berbeda makna dari ucapan masih bisa
dipahami dengan baik. Contoh dalam kalimat:
Bahasa Gayo : gikensanahku luncet aku
kuserap ni rak e.
Bahasa Indonesia : tanpa sadar saya melompat
keseberang parit tersebut.
3. tanyor/
nanyor = digunakan ketika melakukan gerakan melompat dari satu tempat yang
lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Contoh :
Bahasa Gayo : agine nguk ku nanyor
kuatas ni atu kul ho ari tuyuhni.
Bahasa Indonesia : dulu saya bisa melompat ke batu
besar itu dari bawah sini.
4. ketes/
ngetes : kebalikan dari tanyor,
ketes/ngetes digunakan ketika melakukan gerakan melompat dari atas ke bawah.
Contoh :
Bahasa Gayo : turah ngetes ko ku
tuyuhni ya, kete ne ta ha mai e.
Bahasa Indonesia : terpaksa kamu melompat kebawah, karena tangganya entah siapa yang mengambil.
5. tergem/
nergem : adalah gerakan melompat dari atas ke tempat yang lebih rendah
biasanya kedalam air (sungai/ kolam dan lain-lain) dan bisa jadi kedalam semak
belukar. Contoh dalam percakapan :
Bahasa Gayo : Si A : kunehmu sangka waktu dedik lebah mane?
Si B : turah nergem ku was ni aih e ike
gereke takunehpeh kadang.
Si A : yuh…!!? kul tuah mu ya woy.
Si B : sangsile aku ta aih e relem, ara nsen
kekire ku was ni karit e kah.
Bahasa Indonesia : Si A : bagaimana caramu
menyelamatkan diri saat dikejar lebah kemarin?
Si B : terpaksa lompat kedalam air (sungai)
kalau tidak saya tidak tahu
bagaimana jadinya.
Si A : wah…!!? beruntung sekali nasibmu
kawan.
Si B : sebenarnya saya ragu karena sungainya dalam, sempat berpikir juga
untuk melompat kesemak-semak.
Demikian beberapa jenis kata kerja “melompat/ meloncat” dalam Bahasa Gayo beserta
penjelasan makna dan penggunaannya, perlu diketahui penggunaan kata-kata diatas
sesuai dengan Bahasa yang digunakan oleh penulis/ penyusun artikel ini sendiri
sehari-hari, karena Bahasa Gayo merupakan Bahasa yang digunakan oleh masyarakat
Gayo yang secara majemuk, dalam artian tergantung situasi, kondisi dan juga
domisili, maksud domisili disini adalah digunakan berdasarkan tempat tinggal
dan pemahaman makna oleh masyarakat setempat yang boleh jadi berbeda penggunaan
antara suatu Kampung dengan Kampung lain, Kecamatan, terlebih antara masyarakat
Gayo yang ada di Daerah (Kabupaten dan Provinsi Lainnya). Meski demikian makna
maupun maksud dari ucapan akan segera dimengerti ketika diucapkan dengan
intonasi maupun mimik wajah atau gerakan yang tepat.
Pada artikel ini
penulis mengajak mari bersama-sama kita lestarikan Bahasa, Seni dan Budaya
masyarakat Gayo agar tidak hilang ditelan zaman, jika ada kesalahan maupun
ketidak sesuaian pada artikel ini saya memohon maaf dan silahkan berikan
tanggapan, masukan juga saran yang sifatnya membangun pada kolom komentar agar
penyusunan artikel ini menjadi lebih baik lagi.
Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat dan mudah dipahami, Wassalam…
#kata kata bahasa gayo
#kata2 bahasa gayo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar