Rabu, 14 Agustus 2024

 

Membangun Budaya Positif di Sekolah: Langkah Nyata Menuju Pendidikan yang Berpihak pada Murid







 

Oleh: Saiful Efendi, Calon Guru Penggerak Angkatan 11, SMA Negeri 1 Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Budaya positif di sekolah adalah fondasi penting yang mendukung tercapainya pendidikan yang holistik dan berpihak pada murid. Sebagai calon guru penggerak, saya merasa terpanggil untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan budaya positif sesuai dengan konsep-konsep yang dipelajari dari Modul 1.4 Budaya Positif.

 

1. Disiplin Positif

 

Disiplin positif bukan sekadar aturan keras, tetapi pendekatan yang mendidik murid untuk memiliki tanggung jawab dan kesadaran diri. Fokusnya adalah membangun motivasi internal pada murid sehingga mereka berperilaku baik bukan karena paksaan atau iming-iming, tetapi karena kesadaran akan nilai-nilai kebajikan yang mereka yakini.

 

2. Memahami Motivasi Perilaku Manusia

 

Motivasi adalah kunci dalam memahami perilaku murid. Ada tiga motivasi utama: menghindari hukuman, mencari imbalan, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini. Sebagai guru, penting bagi kita untuk menggali motivasi internal murid dan mendorong mereka untuk bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut.

 

3. Posisi Kontrol Guru

 

Guru memiliki peran yang beragam dalam kelas, dari penghukum hingga manajer. Namun, yang paling efektif adalah peran sebagai manajer, di mana guru membantu murid menemukan solusi dan bertanggung jawab atas tindakannya. Dengan demikian, murid belajar untuk menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab.

 

4. Pembuatan Keyakinan Sekolah atau Kelas

 

Budaya positif di sekolah tidak bisa terwujud tanpa keyakinan bersama yang diterapkan oleh seluruh warga sekolah. Guru berperan penting dalam membangun dan menerapkan keyakinan ini, yang menjadi landasan bagi terciptanya lingkungan belajar yang positif dan inklusif.

 

5. Segitiga Restitusi dalam Penyelesaian Masalah

 

Segitiga restitusi adalah alat yang sangat efektif untuk menyelesaikan masalah dengan menekankan pada tiga langkah: menstabilkan identitas murid, memvalidasi tindakan yang salah, dan mengaitkannya dengan keyakinan yang diyakini murid. Pendekatan ini membantu murid belajar dari kesalahan dan mendorong pertumbuhan karakter yang kuat.

 

Pengalaman Pribadi

 

Sebelum memahami konsep-konsep ini, saya cenderung mengambil peran sebagai penghukum dan pemantau. Namun, setelah mempelajari modul ini, saya mulai berperan sebagai manajer dan menggunakan segitiga restitusi dalam menangani masalah di kelas. Perubahan ini tidak hanya membuat saya lebih tenang, tetapi juga membantu saya membangun komunikasi yang lebih efektif dengan murid, sehingga mereka lebih bertanggung jawab terhadap tindakan mereka.

 

Kesimpulan

 

Budaya positif di sekolah adalah langkah penting dalam mendukung pendidikan yang berpihak pada murid. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan agar budaya positif ini tidak hanya berkembang di sekolah, tetapi juga di rumah, sehingga menjadi bagian dari karakter murid.

 

Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi rekan-rekan guru lainnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

 

Salam Guru Penggerak: Tergerak, Bergerak, Menggerakkan.

 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


klik 👉Bukti Karya di PMM (Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif)

klik 👉 Video YouTube Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

klik disini 👉kunjungi Channel YouTube Saiful Efendi

             Blog Rangkuman Koneksi Antar Materi - Modul 3.1 "Pengambilan keputusan dan kaitannya dengan  Filosofi Ki Hadjar Dewantara...